Happy Birthday Hubby

Posted in cicintaan, family, yayiyayiyayi on May 19th, 2010 and

Hari ini suami saya berulang tahun. Suami imut dan lucu itu rupanya sudah tua! Wow… you can never tell :p Dia sudah 31 tahun. Usia yang cukup buat berkeluarga rasanya ya.

Tidak ada kado istimewa yang bisa saya berikan padanya hari ini, karena satu dan banyak hal. Tapi saya punya banyak doa buat dirinya yang tercinta.

Semalam  bodoh sekali. Tadinya saya mau pura-pura lupa ulang tahunnya dan baru mengucapkan besok ketika dia bangun dari tidurnya. Tapi rupanya ditagih olehseseorang yang ngambek karena merasa dilupakan oleh istrinya :lol: that’s not gonna happen baby… u know me more :D

Sesuai dengan harapanmu tadi malam, yang kau ucapkan padaku, dan mungkin kau rapal di beberapa detik sebelum meniup lilin di atas kuemu, semoga semuanya jadi nyata.

Semoga semua pintu rejeki dibukakan bagimu. Semoga dilancarkan jalan di hadapan yang mungkin sekarang masih terhalang. Semoga kau jadi suami dan imam terbaik baik istrimu. Semoga lekas dipercaya buat dititipkan buah cinta.. dan semoga, hubunganmu dengan ibuku bisa lekas membaik. Aku sama sekali tidak pernah menyalahkanmu atas semua yang terjadi. Mungkin memang begini jalannya, tapi sebentar lagi pasti jalan yang lebih baik akan segera terbuka buat kita. Ya, sayang… semoga semua harapan tadi malam terkabulkan, jadi sebuah hadiah dari Tuhan buat umur barumu ini. Amien…

I guess for you, life begin at 31 ;)


Hope you love the spicy fried rice I made

Hope you love the simple gift

Hope you love your birthday cake

But above all…

Hope you love me most.


This is just the first birthday of a lifetime you’re gonna spend with me..

Be ready.

I really wanna grow old with you :)

ORIFLAME PARIS PROGRAM IN MEI 2010 … YEAYYY MAYYY!!!!

Posted in Oriflame Online on May 19th, 2010 and tagged , , , , ,

April has been a wonderful month! Alhamdulillah gaji bulanan saya dari hasil kerja ga terlalu keras bulan lalu jadi lebih besar dari bulan Maret… Hm… tapi bukan berarti manusia yang ga bersyukur, tetap saja yang sedemikian masih kurang dan saya tahu masih bisa dapat lebih, jadi… YEAYYYY MAAYYY!!! Mari menggila di bulan May!

Sebetulnya kenapa Anda, ya ANDA, semuanya harus gabung bisnisan bareng di Bisnis Cerdasnya Perempuan Cerdas bulan ini?

Here’s just why! Pertama, daftar jadi member CUMA 29.900 saja dan masih bisa dapat cashback pada saat order min Rp 175.000 pertama kali! Bisnis mana yang bisa dimulai dengan modal yang cuma segitu tapi bisa memberi puluhan, ratusan hingga ribuan kali lipat perbulannya?

Ga cuma itu! Kalau biasanya Welcome Program 1, 2, dan 3 saat pertama gabung Oriflame hadiahnya berurutan adalah produk senilai 70ribu, 100ribu dan 150ribu harga katalog, untuk Paris Welcome Program Promo ini, WP1 akan mendapatkan VIP Volume Mascara Giordani Gold senilai 150ribu. WP2 Bronzing Pearls Giordani Gold senilai 198ribu, dan yang paling spektakuler yaitu WP3 nya! Paris Handbag senilai 529ribu GRATIS buat anda!

Buat yang di kotanya ada Cabang Oriflame, boleh mampir dan lihat bentuknya kaya apa biar makin kabita :D

Kalaupun ngga, dilihat dari gambarnya saja sudah keliatan keren kan?

Mau?

MARI!

Gabung di http://www.mamamuda.biz tentunya supaya dapat semua kemudahan berbisnis online dan panduan menjalankan bisnis ini supaya ga stuck seperti yang menjalankan secara konvensional tentunya


Udah? Gitu doang?

Yey… Banyak mau euy…. But, who doesnt anyway, rite?


Udah gabung nih? Good… Langkah selanjutnya tentunya mari menggila bersama website super manfaat milik masing-masing dan ajak teman lain buat ikut menikmati keuntungannya gabung di bisnis cerdas ini tentunya Cuma tinggal ajak aja 2 orang buat gabung sepanjang 3-29 Mei dan bantu mereka supaya bisa dapat WP1 maksimal tanggal 29 Mei, maka di bulan Juli Paris Handbag ini akan jadi milik kita semua!!! Buat yang memang baru daftar bulan ini, dapetnya dua doooonggg… sama nanti kalau dapat pas WP3! Yakin ga mau??? Inget ya… Harga aslinya 529ribu! Ngerasa laki dan ga pantes? Jual aja… Dijadiin kado juga bikin bangga banget!

Bantu juga anak cucunya buat dapat 2 anak baru yang lolos WP1 biar semua kebagian tasnya dan tentunya keluarga bisnisnya makin besar!

Eits, kalo dipikir Paris Handbag aja cuma satu dan ga istimewa, bayangkan kalau punya koleksi komplit Paris Travel Collection! Jalan-jalan kemanapun jadi makin asyik dan GAYYA TOTAL tentunya

Semua ini yang harus kita dapatkan sepanjang tahun 2010! Jangan sedikitpun bilang ga bisa!

And still…

YES WE CAN!

GO CRAZY IN MAY!

Eh iya, hampir lupa! Gabungnya disini nih

banner_mamud

Karena Saya Perempuan

Posted in curcol misah misuh on April 22nd, 2010 and tagged , ,

Setiap hari Kartini tiba, sering sekali ada orang yang menanyakan, “Siapakah tokoh perempuan yang inspiratif buat Anda?”. Mulai dari siaran radio yang rajin saya dengar, pertanyaan di status jejaring sosial seorang teman, hingga kuis-kuisan yang digelar dimana-mana. Percaya deh sama saya, rata-rata semua pertanyaannya itu! Tapi kalau di kuis  INSPIRING WOMAN nya BlogDetik, ga ditanya siapa sih, sebetulnya.


Hm… bukan salah juga kalau ditanyakan demikian, karena kan memang hari ini memperingati dan mengingat kembali jasa sang Ibu kita Kartini yang telah berhasil mengadakan itu yang namanya emansipasi bagi kita perempuan. Tapi kenapa harus selalu kita mencari-cari tokoh perempuan lain buat dijadikan panutan?


Kalau saya yang ditanya, jujur saja, ga ada yang sebegitunya hebat di mata saya buat bisa benar-benar saya jadikan inspirasi. Bahkan ga ibu saya sendiri. Karena kalau inspirasi itu, sepertinya dimana kita akan menjalankan apa-apanya di jejak yang sama seperti seorang tokoh yang kita pilih buat jadi panutan, kan? Sementara kalau buat saya sendiri, perempuan lain yang hebat di luar sana, termasuk ibu saya, bukan tokoh inspiratif, tapi tokoh dimana saya bisa mengambil pelajaran dari kehidupan mereka. Begitu saja.


Lalu siapa yang akan menginspirasi saya? Yang akan membuat saya bersemangat? Yang membuat saya merasa bahwa dialah perempuan hebat yang patut dikagumi dan dihargai?


Boleh ya, kalau saya bilang perempuan inspiratif buat saya adalah diri saya sendiri.


Kenapa? Memang saya sudah menghasilkan apa  di dunia?


Hm… mungkin ga terlihat oleh orang lain. Tapi saya sendiri bisa lihat apa saja yang sudah membuat saya yakin buat melabeli diri perempuan tangguh.


Besar dari keluarga etnis Jawa yang banyak sekali tata krama dan takhayul dan keterikatan pada keluarga besar yang kadang berlebihan. Banyak sekali tuntutan yang tertitipkan yang kelak harus diwujudkan. Tapi dasar manusia, mau dilihat sehebat apapun, dalamnya ga sebagus itu juga.. Keluarga saya sendiri porak poranda. Ayah poligami, dan sosok seorang ibu yang harusnya jadi seorang yang bisa diandalkan anak perempuannya malah jadi seorang yang asing dan cuma penuh dengan tuntutan dan kemarahan.


Tapi saya berhasil buat bertahan dan tidak larut dalam keadaan pada akhirnya. Setelah beberapa tahun masa suram pada waktu remaja. Kuliah di jurusan Psikologi benar-benar sangat membantu buat mengenali diri sendiri dan mencoba buat berdamai dengan segala kenyataan pahit yang ada dalam hidup saya. Berobat jalan istilahnya sih :lol: Belum lagi banyaknya pelajaran yang didapat yang membuka mata saya buat lebih peka pada sekitar, dan membantu mewujudkan satu cita-cita saya yang paling utama, ingin jadi istri dan ibu yang baik kelak. Ingin punya keluarga yang jauh lebih baik dari yang saya punya saat saya sebagai anak, belum orang tua. Itu saja.


Tapi ga semudah itu juga, yang namanya orang tua, apalagi yang punya banyak ketidakpuasan dalam hidupnya, cenderung menitipkan harapan pada anaknya. Sayangnya kadang kala mereka lupa bahwa sang anak punya kehidupannya sendiri yang sudah direncanakannya sedemikian rupa.


Orang tua mau saya kuliah lagi langsung melanjutkan S2 setelah beres wisuda S1 kemarin. Bukannya saya ga punya cita-cita, tapi sudah diberi tahu toh apa cita-cita utama saya? Itu yang mau saya wujudkan, bersama seorang pasangan yang sangat saya percaya bahwa dialah yang akan jadi teman hidup saya hingga akhir waktu..


Tapi orang tua ga peduli! Dibilang saya ga punya cita-cita! Dibilang percuma disekolahin tinggi-tinggi! Dibilang ga bisa milih pasangan karena mau menikah dengan seseorang yang seperti pasangan saya yang dimata mereka ga ber BBB, bibit bebet bobot. Segala yang menyakiti hati mereka katakan. Belum lagi hinaan karena keputusan saya buat tidak menjadi pekerja kantoran dan menjalani berbagai macam bisnis yang bisa saya lakukan. Semua merendahkan. Semua dipenuhi ketidakpercayaan dan memandang sebelah mata.


Harus menurutkah saya? Karna katanya orang tua adalah segalanya? Tidak. Lihat dulu, orang tua yang macam apa? Karena orang tua masih manusia dan bukan malaikat yang nihil cela, kadang mereka bisa salah juga. Maka saya ikuti panggilan hati saya. Menikahlah saya. Bekerja dari rumah sajalah saya. Dibenci merekalah saya.


Hingga hari ini hubungan saya dengan sang ibu belum kembali membaik, tapi saya percaya bahwa suatu saat nanti beliau pasti mau membuka lagi pintu hatinya pada saya, dan suami saya, dan menerima kami sepenuhnya.


Sementara itu, saya akan menjalani hari-hari dengan penuh syukur. Syukur akan kebahagiaan yang saya peroleh karena menjalani apa yang saya pilih buat jadi jalan hidup saya. Ilmu Psikologi saya pun saya pakai buat bekal, belajar berkomunikasi yang baik dengan suami. Jangan salah, ga semua pasangan cakap akan hal itu, kok.


Saya rasa, kalau misalkan Ibu Kartini ditanya, pasti beliau setuju dengan saya. Karena saya yakin sepenuhnya, bukan dengan semena-mena beliau menginginkan perempuan Indonesia berpendidikan setinggitingginya. Saya yakin beliau, dan saya sendiri, lebih ingin tiap perempuan punya kebebasan, dan keberanian, buat menjalani hidup sesuai dengan apa kata hatinya.


Maka begitulah. Saya, menginspirasi diri saya sendiri. Dan saya rasa setiap perempuan punnya itu cerita yang bisa jadi sangat inspiratif, apabila dia memutuskan demikian. Semuanya hanya masalah pilihan dan ketetapan hati, bukan?

dsc00089


Banggalah pada diri sendiri, dan jadilah inspirasi!

BUKAN SINETRON

Posted in cicintaan, curcol misah misuh, family, yayiyayiyayi on April 1st, 2010 and

Sudah cukup lama saya tidak menulis apa-apa. Hari ini saya mau cerita tentang diri sendiri ya.. Dan bukan tentang apapun yang saya pikir menginspirasi, saya betul hanya mau berbagi.

Alhamdulillah, saya sudah menikah sekarang :) Tepat tanggal 13 Maret kemarin, seperti yang kami rencanakan, kami melangsungkan akad nikah. Alhamdulillah juga semuanya lancar. Tapi..tanpa ibu saya.

Ibu saya pergi katanya ke Jakarta tepat sehari sebelum saya menikah. Katanya pada adik saya, dia baru akan pulang lagi nanti setelah saya dan suami pergi meninggalkan rumah. Sedih? Ya, sangat.

Tapi sedihnya saya sudah berlangsung terlalu lama sebelumnya. Sakit hati, kesepian, nelangsa, dan sangat sendirian. Packing barang dan mengosongkan isi kamar sendirian, degdegan sendirian tanpa sosok seorang ibu buat diajak cerita, kau bayangkan betapa hampa rasanya.

Tapi ya sudahlah. Saya sangat paham, bahwa itu adalah konsekuensi dari pilihan yang saya ambil. Jadi pada hari H, dan Alhamdulillah seterusnya, saya menolak menangis. Apalagi waktu itu saya sama sekali tidak mau membuat riasan jadi tidak sempurna hanya karna mata saya sembap :mrgreen:

Saya tahu dan menyadari, saya menyayangi ibu saya. Bagi saya, ini namanya bukan durhaka. Hanya saja saat ini pilihan kami bersebrangan, dan saya tidak bisa terus hidup sebagai manusia yang anak. Saya pribadi utuh yang dewasa, yang paham konsep benar salah, berani menentukan pilihan, dan kelak akan siap pada segala konsekuensi yang dibawa pilihan saya ini.

Jadi, hei mamaku sayang, jika kau membaca ini, aku sayang mama. I know u always know it. Hope there soon will come a day where we can sit together and talk about our life, and embracing whatever become, like how mother and daughter supposed to be :)

Alhamdulillah lagi, pada saat hari akad nikah kami, ternyata adik Papa saya hampir semuanya datang! Including my gay’s uncle boyfriend! Betapa saya sangat terharu. Mereka yang jarang bertemu, mereka yang lebih ‘gaya’ dari keluarga ibu, mereka yang Kristiani dan pasti tidak tahu tentang ukhuwah.. Mereka hadir dan tersenyum pada saya. Kaget karna suami yang ternyata jauh lebih kecil, sebagaimana orang lain pada umumnya, tetapi mereka tidak ribut! Tidak mencela, tidak menunjukkan bahwa itu adalah masalah, dan mereka cuma bilang, ‘Yang penting kamu bahagia’ :)


Papa dan dua adik saya hadir juga pada saat selametan di rumah ibu mertua. Hm… bisa dibilang ngunduh mantu. Ya lumayan, saya jadi ada kesempatan buat didandani total ala penganten beneran, dan GRATISAN :D karena bibi nya suami punya salon pengantin yang sudah cukup beken dan mahal hihihi Keluarga suami saya hampir semuanya datang, memberi selamat dan ikut berbahagia juga mendoakan kami berdua. Terharu sekali rasanya, mengingat keluarga saya sendiri tidak ada yang melakukan itu buat kami. Jadi, maaf hai tante yang merasa harus mengirimkan pesan via facebook pada saya yang katanya suami saya ga menghargai keluarga dan ibu saya, dan semoga saya dihargai oleh keluarga suami tidak sebagaimana dia tidak menghargai keluarga saya… maaf sekali, kalian sudah cukup dihargai, tapi memang ga semua orang mau menurunkan harga diri cuma untuk membuat perasaan kalian jadi lebih baik. Pada satu waktu rasanya kalian harus belajar bahwa ga selalu segalanya berjalan sesuai keinginan dan kehendak kalian. Dan ya, saya sangat dihargai oleh keluarga suami saya, tidak seperti kalian, yang sama sekali tidak menghargai dia.

Kemudian dilanjutkan dengan pindahan rumah yang agak repot. Harus mengecat dulu seisi rumah, ya memang hanya rumah orang yang kami pinjam maksimal 3 tahunan insya Allah sebelum memulai mencicil rumah sendiri, tapi tetap saja yang akan menempatinya kan kami, jadi saya ga mau nanggung dan sayang-sayang. Habis-habisan! Hm… kau pikir kami uang darimana buat semuanya :lol: Tapi Alhamdulillah ada saja yang mau membantu dan melancarkan semua buat kami, tentunya atas ijin Allah SWT ya. Saya percaya sekali itu :)

Sekarang, Alhamdulillah sudah memasuki dan menjalani kehidupan berdua saja. Bercinta pun sudah jadi suatu yang menyenangkan dan ga sakit *lho? :lol: Kadang saya kangen pada “rumah semasa gadis”nya saya. Tapi kata sang adik, mama saya tidak mau saya bawa suami kesana. Maka, saya menunggu suami saya tidak sakit hati lagi, dan nanti kami tetap akan bersama datang, menjenguk mama. Adik-adik saya sering main ke rumah, dan itu jadi hal yang sangat menyenangkan. Saya bisa bilang satu hal, setelah menikah, saya belum pernah dan insya Allah rasanya tidak merasa kesepian lagi. Tidak berhubungan dengan keluarga besar juga ga terlalu jadi masalah. Ukhuwah Islamiyah itu kan harus yang mendatangkan kebaikan, kalau seperti biasa hanya jadi sumber keributan, rasanya berjarak demi kedamaian itu lebih baik. Lagipula, memang tugas perkembangan masa dewasa awal itu begini kan? I just go with the book :D

Menjalani hidup sebagai istri dan semoga saya cepat jadi ibu. Amien. Bukankan sudah selalu saya bilang bahwa ini keinginan saya? Impian saya? Sampai sekarang, saya tidak tahu apakah saya ini egois atau tidak karena sama sekali tidak mau mundur dengan apa yang saya yakini. Saya tahu, orang pertama yang harus saya turuti adalah saya. Saya tahu, yang pertama harus saya percayai adalah hati saya. Pada akhirnya, memang tidak bisa memuaskan semua orang, kan? Dengan semua kelancaran yang terjadi, saya merasa bahwa Gusti pun menginginkan ini jadi jalannya saya. Amien.


Mohon doanya buat kami, dan semoga hubungan saya dengan mama cepat membaik. Amien.



This is our very own life.

Have control, and have faith in God.

Cerita Tengah Malam

Posted in family on December 20th, 2009 and

Sebuah luka sedang, atau masih, menganga. Luka yang dipenuhi juga tanda tanya dan ketidakmengertian pada semua yang suka bicara sekenanya.. Ah, nampak tidak dimengerti!

Bolehlah mungkin ditumpahkan sdikit ini isi hati yang sedang meluapluap..

Minggu minggu terakhir ini segalanya sedang terasa cukup berat. Mulai dari harus menghadapi seorang perempuan yang mungkin salah satu jelmaan iblis wanita di dunia, kemudian kebenaran menyakitkan yang tibatiba terungkap, dan lagi lagi kenyataan yang tidak bisa lagi tersembunyikan..

Semuanya terasa begitu lengkapnya..memembentuk satu bongkah besar yang ga pergipergi meninggalkan kepala dan menghantam dada berkalikali.. STRESSS

Pernahkah bertanya, ‘Ya Tuhan, sbetulnya ujungnya dari cerita ini apa? Kenapa tidak selesai juga dan ganti dngan kisah baru lagi?’ Kepala saya sdang dipenuhi pertanyaan itu..

Saya tidak bisa, dan tidak mau, bercerita tentang si iblis wanita dan kebenaran menyakitkan yang mengikutinya.. Rasanya cerita itu cukup dibiarkan terbang menghilang begitu saja, toh dia hanya orang luar yang sbenarnya tidak tau apa apa.. Btapa mudahnya..

Tapi kalau ‘orang dalam’? Sebuah kaum, yang saya sedang mempertimbangkan ulang esensi dari label yang melekat pada mereka. Keluarga.

Sudahlah cukup saya sdang berlatih pada perempuan tiga huruf dalam hidup saya dngan perilaku dan kata katanya yang saya tidak mengerti, skarang mereka merasa perlu ikut bersuara.

Minggu lalu seorang bude saya mampir ke rumah. Ada kondangan besok harinya. Dari jumat sampai minggu dia akan menginap di rumah saya. Awalnya firasat buruk akan terjadi hal yang tidak menyenangkan sempat terlintas. Sebisa mungkin saya hindari kontak, tapi apa mau dikata, akhirnya kena juga.

Di saptu sore yang panas, pertanyaan, pernyataan, saran dan paksaan dibombardirnya pada saya. Mulai dari keputusan bulat saya menolak masuk imigrasi dan betapa saya dibilang keras kepala dan ga mau membahagiakan orang tua karenanya, sampai ke masalah sudah terdngarnya rencana kami buat menikah tahun depan. Dia bertanya kenapa.. Sudah siapkah saya.. Sampai pada bertanya apa saya PD bila dilihat orang berdua pasangan saya? Pertanyaan yang absurd. Satu hal yang membuat saya bangga, saya makin bisa mengendalikan emosi di hadapan ibu saya dan tentunya keluarganya. Bibir dan sekujur tubuh bergetar menahan amarah yang siap meledak karna pernyataan pernyataan tidak bertanggung jawap. Tapi saya tidak kalap. Dengan tenang saya berhasil menjawab dan menjelaskan semua yang jadi pertimbangan saya. Hingga akhirnya sama seperti sang adik yang adalah mama saya, bude saya cuma bilang TERSERAH! Dengan embel embel yang sama, bukan berarti menyetujui. Ah, sama seperti waktu adiknya sampai pada kata ini dulu waktu kami sempat berusaha berbicara dngan tenang, kata TERSERAH menandakan pembicaraan kami sudah usai.

Esoknya saya bawa pasangan saya yang mungil bersalaman dngan bude saya, dan dngan ibu yang seperti biasa tidak menunjukkan sdikitpun keramahan. Mereka tidak ada yang bicara apa apa. Ya sudah..tinggalkan saja..

Tapi memang kemunafikan jadi satu sifat turunan, yang saya mohon pada Tuhan saya tidak mewarisi sepenuhnya, karena kalau tidak sama sekali agak sulit rasanya. Hari ini saya tahu apa yang mereka semua katakan hari itu dari adik perempuan yang skalipun kadang menyebalkan, adalah pendukung saya satusatunya disini.

Mereka mengejek betapa tidak pantasnya kami. Mereka bilang saya yang, sumpah ini hanya kata mereka dan saya tidak mengarang, cantik masih muda dan pintar, harusnya bisa cari pasangan yang lebih pantas. Yang normal, bahkan katanya. Sang mama bilang malu, apa kata keluarga nanti kalau kami menikah. Betapa saya menyianyiakan diri. Bahkan satu hal yang paling membuat saya sakit hati, kata ‘yang bisa lihat’ saya digunaguna! Astagfirullah.. Masih banyak lagi kata kata mereka yang sang adik ceritakan, dan btapa dia ikut sakit hati sampai melawan buat membela saya. Terima kasih ya sayang.

Tinggal saya termenung hingga berjamjam setelah percakapan tersebut. Mana yang katanya, ‘bukan masalah fisik!’ yang dulu dia bersikeras bilang pada saya? Dan ya Tuhan, apa hak mereka menyebut kata ‘normal’? Siapa manusia yang bisa memilih akan dilahirkan bagaimana? Mereka itu merasa sudah sesempurna apa? Pernahkah hatinya diberi kaca?
Malu? Saya tidak! Saya lebih malu atas sikap dan kata kata mereka. Meributkan tentang harus berpendidikan dan sgala macam, tapi mulut sendiri seperti tokoh di sinetron yang nampak tidak makan bangku sekolahan.. Dan guna guna? Mereka pikir kami manusia tidak beragama? Sini, kemarikan itu orang orang yang kau agung agungkan punya ‘kemampuan’ dan coba ’sembuhkan’ saya. Saya rasa ga akan ada beda apa apa. Betapa piciknya.. Ya Tuhan.. Saya sungguh sakit hati..

Tapi lalu saya bisa apa? Rasanya saya tidak mau apa apa. Saya tidak peduli. Saya bertahan dngan jalan saya, skalipun sang ibu bilang tidak akan ridho pada saya. Saya rasa Tuhan lebih bisa menilai. Saya akan jalan terus, sekalipun mereka bilang tidak pantas dan memalukan. Saya tidak.

Ah entah.. Sudahlah.. Saya menolak buat jadi orang yang banyak bicara kali ini, ya Tuhan. Saya rasa saya hanya perlu membuktikan. Waktulah satu satunya sahabat saya..

Hm..sudah terlalu malam, hampir pagi. Tolong ijinkan saya istirahat sebentar, ya Tuhan. Besok saya mau belajar masak di rumah mama kedua saya :-)

Bangga Oh Bangga

Posted in All About All on August 22nd, 2009 and

Ceritanya adik saya yang ketiga sedang sangat bahagia karena dia lulus SMP dengan nilai yang sangat memuaskan. Bayangkan saja, masa NEM nya 38.9 dari nilai total 40! Wow! Matematikanya pun dapat 10! Dulu kakaknya ini aja paling gede cuma nilai Biologi aja waktu SMA.. itu juga cuma 9.4! Ini adiknya lebih gila lagi!

Bangga itu jelas. Saya sebagai kakak bangga. Mama saya sebagai orang tua bangga. Tapi yang lebih lucu adalah selanjutnya, ketika si adik ga terima kebanggaannya dikatakan milik siapa siapa lainnya, karena memang dia yang berusaha sendiri buat keberhasilannya.

Awalnya adalah mama saya yang bilang di status facebooknya, “Selamat ya sayang. Ga percuma kan mama galak ke kamu”. Adik saya yang kedua sewot dan berkata, “Ya percuma lah. Mama bisanya marah marah doang. Bentak bentak. Ngebantuin apa apa juga ngga. Ini mah hasil dia sendiri. Sama sekali ga ada urusan sama mama”.

Geli juga saya jadinya. Karena memang beberapa saat sebelumnya sempat ada beberapa tragedi di mana mama saya sama sekali tidak mau datang ke pertemuan orang tua dan guru di sekolah adik saya karena malas, dan si adik sampai dengan kesal bilang, “Mama jadi orang tua tanggung jawab sedikit dong! Ini kaya ga punya orang tua aja!”. Kaget juga saya… bisa bisanya dia bilang begitu. Tapi yah… ga bisa sepenuhnya disalahkan juga sih.

Terlepas dari kasus internal keluarga saya. Ini juga terjadi di beberapa anak yang saya dan rekan tangani di proses konseling di SD Coblong kemarin. Kebanyakan (hampir semua malah) orang tua tidak sadar sama sekali bahwa apa yang mereka beri dan lakukan, atau tidak lakukan pada anak, sangat menentukan perkembangan dan prestasi si anak itu sendiri. Kalau anak dapat hasil jelek dimarahi, tapi kalau yang beruntung dan bagus dibanggabanggakan ke orang lain dengan embel2 dirinya yang punya andil.

Ada yang tidak peduli sama sekali. Ada yang ga bahkan pernah tahu bahwa nilai si anak super jelek sekali. Ada yang cuma bisa memarahi anak terus dan terus, tanpa pernah terpikir buat bisa memarahi diri sendiri.

Perkembangan dan keberhasilan seorang anak di sekolah, faktanya dipengaruhi oleh tiga faktor yang saling berhubungan. Diri sendiri, sekolah, dan orang tua. Satu faktor saja timpang, maka hasilnya juga tidak maksimal. Terbukti dari 6 anak yang kami tangani, keenamnya punya masalah di lingkungan keluarganya.

Mungkin justru bagi kebanyakan orang ada satu paradigma masuk ga masuk akal yang berkembang. Diamkan saja anak, nanti juga bisa belajar sendiri. Saya juga dulu didiamkan dan saya berkembang sendiri. Paling tidak orang tua dari anak yang kami tangani kemarin ada yang mencetuskan kalimat ngawur tersebut.

Ga semua anak diberkahi kemampuan buat bisa mengembangkan diri sendiri. Dan ga langsung di awal kehidupan anak bisa melakukannya. Ada waktu yang akan dibutuhkan. Kenapa tidak justru berpikir justru dulu punya hasil yang tidak maksimal karena segalanya dikembangkan dan dipelajari sendiri, dan tidak mengulang pola yang sama supaya hasilnya jadi lebih baik lagi?

Yeah well… parenting style kan memang beda beda. Sayang ga semua orang belajar tentangnya. Lagi dan lagi saya bersyukur karena saya kuliah di Psikologi sekalipun termasuk yang kelamaan. Ilmu saya berguna sekali buat saya, ga seperti yang orang anggap jadi ga ada gunanya sama sekali cuma karena sekarang saya memilih ga mau jadi HRD di perusahaan manapun :p

Makanya jangan… jangan merasa bangga dan merasa punya andil, kalau memang tidak sama sekali *menyindir para orang tua dengan pola neglection yang suka seenaknya… nope… mama saya sih ga beginibegini amat :p

Selamat Ulang Tahun Cinta…

Posted in cicintaan, yayiyayiyayi on May 19th, 2009 and tagged ,

Agak kaget juga. Ternyata kau sudah cukup tua. Aku suka lupa kadang. Entah karena sosokmu yang mungil dan enak buat dipelukpeluk itukah… atau karna manjamu yang benar benar membuatmu terlihat jauh lebih muda… atau karna memang kau sama sekali belum dewasa? Semoga bukan yang terakhir ya… Aku berharap banyak padamu! Hm… kepala tiga. Kau sudah siap belum? Katanya lelaki akan masuk puber keduanya… katanya juga buat yang baru akan punya anak pertama dari sperma lelaki di usia 30 tahun ke atas hasilnya mutasi genetik yang akan membuat si anak punya kecenderungan manic-depressif. Hm… dia sudah akan demikian tanpa perlu sperma tuamu bila aku memodelinya begitu. Semoga tidak yah… Sudah cukup puaskah kau dengan dirimu sekarang ini? Semoga tidak juga… Semoga impianmu masih banyak dan daya upaya juga ga kalah besar buat wujudkan semua satu satu. Segini sama sekali belum apa apa rasanya. Tapi jangan salah… bukan berarti  juga kau boleh lupa buat syukuri semua yang sudah kau punya… Tidak jadi alasan sama sekali! Impianmu bagi denganku juga ya? Wujudkan segera, bisa tidak? Yah… aku memang jauh lebih muda… tapi  memang siapa yang percaya? Ingat ingat juga, kepala tiga belum lagi saatnya buat ingat ingat masa lalu yang penuh jaya, tapi masih bisa buat ciptakan si masa depan yang gemilang itu. Jadi jangan sekalikali lagi tersesat di masa lalu yang katanya penuh bangga itu… karna toh aku pun sebetulnya sama sekali tidak tahu. Sekarang saja kau kasih lihat. Aku menunggu, lho. Kau sudah tidur belum? Semoga saja sudah beristirahat dengan nyenyaknya, karna semakin tua kau stamina harus makin kau jaga. Semoga lebih sehat… jangan penuhi kepalamu dengan yang itu itu saja dan bikin gila. Ayo kita belajar samasama buat lebih sehat, ya raga ya jiwa. Oh ya, kau tak perlu khawatir. Aku memang tidak belikanmu hadiah apa apa… maaf ya… tapi aku kasih kata kata saja ya? Mulai dari sekarang kau mulai kepala yang tiga, hingga kepala kepala nanti yang entah sampai keberapa, kau tidak akan pernah sendiri. Ada aku menemani. Cukup tidak si kata kata ini? Yang lainnya… tunggu nanti ya saat kita ketemu hari ini. Kecup kecup sana sini? PASTI! :D

PENGANGGURAN

Posted in curcol misah misuh on May 16th, 2009 and tagged ,

Dua minggu ini kegiatan magang saya sedang santai sekali. Karena kami sudah selesai observasi dan sudah melakukan home visit kerumah anak yang dijadikan kasus pilihan, maka selama dua minggu ini kami hanya sedang melakukan CMC (Counselor Meet Counselor) bersama Psikolog di hari Sabtu kemarin dan Pedagog di hari Sabtu minggu ini. Sisanya kami mencari bahan sendiri buat presentasi dan mempersiapkan diri untuk konseling yang dijadwalkannya bulan depan. Basically it is two very free week!

PENGANGGURAN JOBLESS

PENGANGGURAN JOBLESS

Yap, plus im an unemploy one. So there’s pretty much nothing to be done. Sedang asik mengisi waktu di rumah dengan nonton babat habis Grey’s Anatomy, dan menggiatkan tulis menulis yang dikit-dikit mulai menghasilkan sesuatu. Tetap saja di rumah, karena ga ada gunanya juga keluar rumah kalau tidak ada tujuannya, yes? Kecuali kalau mau ketemu pacar :p

Di rumah sekarang kan sedang ada Mba Ning selama dua minggu ini yang ceritanya menjaga adik saya selama mama liburan ke Singapur. Adik saya juga sedang liburan selama satu minggu ini. Mungkin karena dia kesepian dan bosan sendirian di rumah dia tanya pada saya, “mba tasya ga kerja hari ini?”. Agak lucu. Kerja? Kerja apaan? Tapi kalau itu diucapkannya oleh orang lain, dalam hal ini si mba Ning, agak ganggu sedikit. Kenapa memang? Entahlah, i just feel that people give a little less respect. Jadi pengen buru buru kerja dimana aja yang penting kerja, kan?

Ngga

Not me

Saya ga mau

Masih lagi seperti ABG lagi, mikirin enaknya ngapain selanjutnya. But im not the kind who like to force myself, even im an impulsive one. Mungkin juga karena waktu itu sempat terucap bahwa tidak akan mau ngapa2in lagi selain konsen di magang ini (yeap, said it loud and clear) mungkin di Amin-i oleh malaikat di sekitar saya saat itu dan beginilah yang terjadi :D

Ya ya ya… telan harga diri deh buat sementara dengan kembali lagi jadi pemintaminta pada orang tua hahaha I can tell u, Im not proud :p

PotoPotoPotoPoto

Posted in family on May 14th, 2009 and tagged

Dan inilah…

Kluarga saya :D

Adik-adikku itu…

Posted in family on May 13th, 2009 and tagged , ,

Mulai dari kemarin sampai nanti tanggal 12, mama saya sedang pergi jalan jalan sendirian meninggalkan anak anaknya. Gaya lah ibu ibu itu ke SIngapore bareng teman Tagged nya. She deserves it. Have fun ya mum! Jangan lupa aja oleh-olehnya.

Jadi sekarang saya ditinggalkan bersama ketiga adik saya yang menyebalkan tapi juga tidak bisa ditolak keberadaannya. Mau saya ceritakan tentang adik-adik saya yang hebat itu satu-satu?

192583873lYang pertama namanya Reyneke. Beda usia saya dan dia sekitar 3 setengah tahun. Sekarang sedang kuliah semester 3 di LPKIA jurusannya saya lupa. Dia ini adalah anak yang oleh mama saya tidak dipercaya bisa jadi “someone”. Padahal kalau menurut saya sendiri, makin kesini adik saya ini makin memperlihatkan dirinya dengan sangat baik. Prestasinya waktu sekolah biasa biasa saja, tapi makin kesini makin kelihatan sesuai dengan minat dan bakatnya, jadi IPKnya pun tidak pernah kurang dari 3. She’s beautiful! She always been. Saya suka sirik sama dia yang berbadan bagus dan cantik, ga seperti saya yang sekarang makin membabi begini *curcol* Saat ini sedang menjalin hubungan dengan seorang lelaki bernama Dede yang rasanya akan menikah selulus adik saya kuliah, karena sayang sekali kalau ga sampai nikah, this is their 5th years together! Dulu saya ga pernah terlalu dekat sama dia, tapi makin kesini makin dekat saja dan bisa berbagi hati ke hati. Every girl should have a sister! And i grateful to have her.

The second one. Wih… adik ABGku yang super menyebalkan. Namanya hhhh.. 13years!!! (Small)Bryan. We used to call him Ayen. Skarang ini baru saja beres UAN dan sedang menunggu ujian kelas 3 sekolahnya di SMPN 7 Bandung. Guess he’s the brightest among us. Or he supposed to! Karena dia memang pintar. Di sekolah nilai ujiannya slalu jadi 10 besar seangkatan. Anggota OSIS. Anak gaul. Dulu sih mama saya sering khawatir karena kadang dia agak seperti perempuan. Mau bagaimana lagi, dibesarkan di rumah yang isinya perempuan semua dengan bapak yang jarang sekali datang. Tapi sekarang dia sudah punya pacar! Cantik… tajir katanya hhahha dasar… agak sering khawatir dengan pergaulannya dia karena kerjaannya skarang nongkrong terussss. Pernah nemu bill nya dia habis nongkrong di satu kafe di Bandung sampai 200ribuan! Wah… gayanya… buat anak SMP lho! Heran dapet duitnya dari mana! Agak khawatir aja… apalagi sampai sekarang dia memang ga pernah dekat sama mama ataupun papa yang memang agak mengesampingkan dia, he was born in an unlucky time. Saya dan Rey juga ga pernah bisa meraih dia. Jadi cuma bisa berdoa saja moga moga dia ga terjerumus ke pergaulan yang buruk buat dia. Tapi sampai sekarang saja makin kesini makin menyebalkan! Duh… saya makin khawatir karena saya sering marah marah sama dia tanpa bisa dikontrol! God.. its sucks to be and to have a teenager around :p

Yang ketiga, badutnya rumah kami, Miharbi. Anak yang terlahir buat hiburannya mama dan kami semua di rumah. Super manja. Mungkin karena dia anak terakhir yang beda umurnya sama saya saja hampir 15 tahun. Yang The cutest in d worldlebih membuat manjanya makin parah adalah papa saya yang mungkin karena merasa bersalah telah melewatkan masa kecil adik saya nun jauh disana, setiap dia pulang pasti dia memanjakan adik saya ini! Kesempatan juga buat si Arbi buat jadi lebih “bertingkah” daripada biasanya. Sebagaimana anak kebanyakan jaman sekarang, otaknya isinya main melulu. PS tentu… apalagi? Prestasi di sekolahnya juga biasa saja dan dia masih belum sama sekali berorientasi prestasi! Kalau dibagikan hasil ulangan, yang penting ga ada yang perlu remedial. Hahaha dasar anak kecil. Menyebalkan sekali tingkah lakunya, tapi kalau dia ga ada di rumah sehari saja, uuuggghhh kangen!!! Di umurnya yang hampir 9 tahun, dia masih mempertahankan kepolosannya, which is very good!!! Tinggal stubborn dan selfish nya aja nih yang musti diperbaiki, atau tunggu sampai dia besar dan berjuang memperbaiki diri sendiri.

Kadang pada satu titik tertentu saya sering merasa gagal jadi seorang kakak. Apalagi setelah saya banyak belajar Psikologi dan menerapkannya dalam banyak sisi kehidupan saya. Ada hal-hal yang sudah terlanjur terbentuk demikian, sebagian besar karena pola asuh, yang rasanya sudah akan sulit buat diubah. Bukan ga mungkin, hanya sulit. Dan di rumah ini kerjasama buat hal begini agak kurang. Saya cuma berharap semoga makin mereka dewasa nanti bisa mengenali dirinya sendiri dan menjadi apa yang terbaik dari dirinya. I really hope so.

wisaksono's child

Kadang saya sangat ingin egois dan ga peduli sama mereka sama sekali dan meninggalkan mereka begitu saja dengan menikah dan membentuk keluarga baru yang pastinya diharapkan jadi lebih baik lagi. But i just know that I would never runaway from them. Saya kan kakak pertama… sama siapa lagi mereka mau lari kecuali pada saya? GOD let me be a good sister now and then… for them… for myself… Amien.

Hey adik adikku yang menyebalkan… your sister loves you!